|
Ahaaay! Setelah melalui pertapaan panjang akhirnya novel pertama gue terbit juga! Buku ini bercerita mengenai misi budaya yang gue lakukan selama di Polandia. Gue bukan maestro seni, budaya, musisi, atau apapun. Jadi, banyak kejadian, cerita, dan petualangan yang beda, unik, konyol, dan lucu saat mengenalkan budaya Indonesia ke para siswa di sana. Ada banyak momen yang bikin gemetar, misal saat ngeliat anak-anak di sana ternyata amaze sama angklung kita. Drama wayang golek yang dilakukan spontan oleh para murid deengan cerita-cerita konyol mulai dari pangeran kodok, Cinderella, sampai perang dunia ke dua. Walaupun masih jauh dari sempurna, gue harap bisa ngebuktiin kalau siapapun (ya kita semua) bisa jadi duta bangsa Indonesia.
Ini juga ada beberapa pendapat dari para Endorser tentang buku Merah Putih di Benua Biru:
‘Saya menikmati novel ini. Dan lebih dari itu, saya bangga ternyata anak-anak Indonesia sangat cinta bangsanya dan berani menunjukkannya kepada bangsa lain. Di novel ini, kita juga bisa lihat kalau anak Indonesia itu ingin menunjukkan kreativitas dan semangat persaudaraan kepada bangsa-bangsa lain. Melalui caranya, Erdit telah membantu tugas saya di bidang kebudayaan. Terima kasih’. Hazairin Pohan (Duta Besar Indonesia untuk Polandia 2004-2009)
‘Usaha Erdit untuk bertualang ke luar negeri justru membuat dia jadi lebih mengenal negerinya sendiri. Tapi bagian terbaik dari buku ini bukan hanya pemahaman tentang Indonesia dan persepsinya di mata dunia, melainkan cara bertutur Erdit yang lucu dan seperti kita sudah kenal lama dengan dia. Sukses untuk bukunya, gue pribadi seneng baca bukunya Pandji Pragiwaksono (Presenter TV, Penyiar, Musisi, dan Penulis Nasional.Is.Me)
‘Perjalanan yang menyenangkan. Ada tawa, persahabatan, dan perjuangannya memperkenalkan budaya Indonesia kepada warga negara asing. Buku ini adalah bukti bahwa kata-kata Erdit benar: Siapapun bisa menjadi duta bangsa!’Alanda Kariza (penggagas Indonesian Youth Conference & Duta Indonesia untuk jaringan Global Changemakers)
Dengan buku ini diharapkan, para pembaca terutama anak muda (tanpa perlu saya datang ke tiap sekolah atau universitasnya) bisa merasakan semangat bahwa siapapun bisa menjadi duta bangsa dengan cara yang kita suka dan bisa.
Regards,
Erditya Arfar
|