Monday, 21 May, 2012

PILIH BAHASA

MAIN MENU

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1268
mod_vvisit_counterYesterday2707
mod_vvisit_counterThisWeek3975
mod_vvisit_counterLastWeek26782
mod_vvisit_counterThisMonth77797
mod_vvisit_counterLastMonth72447
mod_vvisit_counterAll days1229926

We have: 13 guests, 14 bots online
Your IP: 38.107.179.217
 , 
Today: May 21, 2012

You are here : Home ARTIKEL BANGUNAN Material Korosi Pada Beton Bertulang

Korosi Pada Beton Bertulang Print
User Rating: / 0
PoorBest 
ARTIKEL BANGUNAN
Written by Administrator   
Sunday, 24 April 2011 00:55

korosiBeton yang selama ini dikenal sebagai material yang “tahan karat”, sebenarnya bisa juga mengalami korosi sebagaimana korosi atau karat yang terjadi pada struktur baja. Korosi yang dimaksud di sini adalah kerusakan material beton tersebut akibat proses kimia yang terjadi di dalamnya. Tentu saja bentuk korosi beton ini tidak sama dengan korosi yang terjadi pada besi baja.

 

Struktur beton yang rentan terhadap korosi adalah :

  • struktur yang terletak di lingkungan laut, seperti platform offshore, dermaga, jetty, dsb.
  • struktur yang terletak di dalam tanah, seperti pondasi, basement, terowongan, dsb.
  • struktur yang terletak di lingkungan karbondioksida yang tinggi

 

Korosi pada struktur beton bertulang ada 2 jenis, yaitu :

  1. Korosi pada baja tulangan
  2. Korosi pada beton

 

 

Korosi Pada Baja Tulangan

Pada korosi jenis ini, kerusakan terjadi pada tulangan di dalam beton. Ini disebabkan karena tulangan di dalam beton bereaksi dengan air dan membentuk karat. Karat yang terbentuk pada tulangan ini mengakibatkan pengembangan volume besi tulangan tersebut. Pengembangan volume ini kemudian mendesak beton sehingga beton tersebut terkelupas atau pecah.
Terjadinya karat ini disebabkan adanya reaksi antara unsur besi (Fe+) di dalam tulangan dengan unsur hidroksi (OH-) dari air.
2Fe2+ + 4OH- → 2Fe(OH)2

 

Lalu dari mana datangnya air yang kemudian menyebabkan besi tulangan tersebut berkarat ? Air ini dapat masuk ke dalam beton dan sampai ke tulangan melalui 2 cara, yaitu:

  1. Air yang masuk dari luar atau uap air di udara melalui pori-pori beton karena beton tidak kedap air.
  2. Proses karbonasi, yaitu reaksi antara karbondioksida (CO2) dengan unsur kalsium hidroksida di dalam beton (Ca(OH)2) karena beton tidak kedap udara. Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3 + H2O

 

 

Korosi Pada Beton

Korosi pada beton terjadi akibat terbentuknya ettringite akibat reaksi kimia antara unsur kalsium di dalam beton dengan garam sulfat dari luar.  Sama seperti karat pada besi, ettringite yang terjadi menyebabkan pengembangan volume beton sehingga menyebabkan massa beton terdesak dan pecah.

 

Secara lengkapnya, proses terjadinya ettringite ini dapat dijelaskan sebagai berikut.

Proses hidrasi antara semen (C3S dan C2S) dengan air menjadi pasta semen (3CaO.2SiO2.3H2O disingkat CSH).

C3S + H2O → CSH + Ca(OH)2
C2S + H2O → CSH + Ca(OH)2

Ca(OH)2 yang terjadi kemudian bereaksi dengan garam sulfat dari tanah atau laut

Ca(OH)2 + MgSO4 → Mg(OH)2 + CaSO4

CaSO4 yang terjadi bereaksi kembali dengan C3A dari semen dan air menjadi ettringite

C3A + CaSO4 + H2O → ettringite

 

Ettringite

Ettringite (6CaO.Al2O3.32H2O, atau disingkat C6AS3H32) merupakan hasil reaksi dari unsur kalsium di dalam beton dengan garam sulfat dari luar. C3A + CaSO4 + H2O → ettringite. Memiliki bentuk kristal memanjang seperti jarum. Ettringite ini menyebabkan pengembangan volume beton sehingga mebuat beton pecah.

 

sumber:aguzher.wordpress.com

 

 

Add comment

Pergunakanlah dengan komentar yang baik sehingga bermanfaat buat pengunjung lainnya.


Security code
Refresh