|
Simpul-Simpul Dalam Komponen Beton Pra-Cetak : Merupakan kunci dalam struktur yang memakai komponen pra – cetak dan merupakan tempat pertemuan antara 2 atau lebih komponen struktur
a. Secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut :
I. Simpul Primer
Pertemuan yang menghubungkan kolom dengan balok dan juga terhadap plat lantai. Disisni beban dari plat akan diteruskan ke pendukung-pendukung vertical.
II. Simpul Pertemuan Kolom
Pertemuan dimana beban-beban vertical dan sesewaktu momen-momen juga disalurkan.
III. Simpul Penyalur Sekunder-Primer ( Pelat Balok )
Untuk menyalurkan beban vertical
IV. Simpul Pendukung sesama Plat / dengan Balok dan Kolom
Untuk menyalurkan beban horizontal dalam bentuk tegangan tekan – tarik dan geser
V. Simpul Yang Mampu Menahan Momen
Yang secara statis bisa membentuk komponen pendukung tapi oleh alasan tertentu.
Misal : Transportasi dibuat terdiri dari 2 atau lebih bagian
SIMPUL PRIMER
Dari segi morpologinya simpul primer dibedakan menjadi :
· Simpul Primer Berdimensi Satu
· Simpul Primer Berdimensi Dua
· Simpul Primer Berdimensi Tiga
A. Simpul Primer Dimensi Satu
B. Simpul Primer Dimensi Dua
C. Simpul Primer Dimensi Tiga
Dari segi cara bekerjanya simpul primer dapat dibedakan sebagai berikut :
-
SIMPUL COR
Sistem ikatan menggunakan cor
-
SIMPUL TERAPAN
Dimana ikatan dilaksanakan dengan cara ikatan terapan
-
SIMPUL TEGANGAN
Simpul dimana pengikatan dilakukan dengan cara ikatan teganga
-
SIMPUL KONSOL
Simpul yang dibuat dengan menggunakan konsol sebagai pendukung
-
SIMPUL KONSOL KE DALAM
Simpul ini varian dari system konsol, arah konsol berlawanan dengan system konsol biasa ( Arah konsol ke dalam ).
-
SIMPUL KEPALA MARTIL
Simpul ini sebetulnya berupa konsol tetapi panjang konsol cukup jauh. Sehingga dapat berupa balok tersendiri. Simpul ini mempunyai keuntungan:
§ Baik dari segi produksi, transportasi maupun pemasangan
§ Kekakuan simpul
G. SIMPUL CENDAWAN
Simpul ini sebetulnya merupakan simpul kepala martil tetapi dalam dua arah, baik sebagai garis rusuk maupun sebagi bidang plat.
§ Biasanya dibuat terpisah antara kolom dan kepala cendawannya. Hal ini mempermudah transport pemasangan maupun penyimpanannya.
§ Sulit diterapkan untuk bangunan berlantai banyak.
Sumber : kutipan bahan kuliah : arief rahman
http://ariefr.staff.gunadarma.ac.id
|
Comments
thanks buat sarannya.
RSS feed for comments to this post